Sebentar lagi, umat muslim akan menyambut Hari Raya Idul Adha 1442 H. Dalam perayaannya terdapat banyak ladang pahala yang dapat ditunaikan, ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada bulan Dzulhijjah atau pada saat Hari Raya Idul Adha.

INFOSAWANGAN.COM - Idul adha merupakan salah satu hari besar bagi umat Islam di seluruh dunia. Idul Adha diperingati satu kali dalam satu tahun seperti Idul Fitri. Orang Indonesia biasa menyebut Hari Raya Idul Adha dengan lebaran haji atau hari raya qurban, karena pada hari itu ibadah qurban dan haji dilaksanakan. Untuk menyempurnakan Hari Raya Idul Adha ada beberapa contoh amalan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. 

Jika kita menengok sisi historis dari perayaan Idul Adha ini, maka pikiran kita akan teringat kisah teladan Nabi Ibrahim, yaitu ketika Beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya Hajar bersama Nabi Ismail putranya, yang saat itu masih menyusu. Mereka ditempatkan disuatu lembah yang tandus, gersang, tidak tumbuh sebatang pohon pun. Lembah itu demikian sunyi dan sepi tidak ada penghuni seorangpun. Nabi Ibrahim sendiri tidak tahu, apa maksud sebenarnya dari wahyu Allah yang menyuruh menempatkan istri dan putranya yang masih bayi itu, ditempatkan di suatu tempat paling asing, di sebelah utara kurang lebih 1600 KM dari negaranya sendiri palestina. Tapi baik Nabi Ibrahim, maupin istrinya Siti Hajar, menerima perintah itu dengan ikhlas dan penuh tawakkal.

Karena pentingnya peristiwa tersebut. Allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an: 

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Artinya: Ya Tuhan kami sesunggunnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di suatu lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahmu (Baitullah) yang dimuliakan. Ya Tuhan kami (sedemikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah gati sebagia manusia cenderung kepada mereka dan berizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS Ibrahim: 37)

Seperti yang diceritakan oleh Ibnu Abbas bahwa tatkala Siti Hajar kehabisan air minum hingga tidak biasa menyusui nabi Ismail, beliau mencari air kian kemari sambil lari-lari kecil (Sa’i) antara bukit Sofa dan Marwah sebanyak 7 kali. Tiba-tiba Allah mengutus malaikat jibril membuat mata air Zam Zam. Siti Hajar dan Nabi Ismail memperoleh sumber kehidupan.

Lembah yang dulunya gersang itu, mempunyai persediaan air yang melimpah-limpah. Datanglah manusia dari berbagai pelosok terutama para pedagang ke tempat siti hajar dan nabi ismail, untuk membeli air. Datang rejeki dari berbagai penjuru, dan makmurlah tempat sekitarnya. Akhirnya lembah itu hingga saat ini terkenal dengan kota mekkah, sebuah kota yang aman dan makmur, berkat do’a Nabi Ibrahim dan berkat kecakapan seorang ibu dalam mengelola kota dan masyarakat. Kota mekkah yang aman dan makmur dilukiskan oleh Allah kepada Nabi Muhammad dalam Al-Qur’an:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـَذَا بَلَداً آمِناً وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ

Artinya: Dan ingatlah ketika Ibrahim berdo’a: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, sebagai negeri yang aman sentosa dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kiamat.” (QS Al-Baqarah: 126)

Dari ayat tersebut, kita memperoleh bukti yang jelas bahwa kota Makkah hingga saat ini memiliki kemakmuran yang melimpah. Jamaah haji dari seluruh penjuru dunia, memperoleh fasilitas yang cukup, selama melakukan ibadah haji maupun umrah.

Amalan saat Idul Adha

Terdapat puasa sunnah dan amalan yang dapat dikerjakan umat Muslim saat Idul Adha, yaitu :

1. Puasa Arafah yang dilaksanakan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah tepatnya tanggal 9 Dzulhijjah. Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa Arafah untuk menyambut Hari Raya Idul Adha seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadis “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) bisa mengikis dosa setahun yang lalu serta setahun yang akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) bisa mengikis dosa setahun lalu.” (HR. Muslim).

2. Puasa tarwiyah. Selain puasa Arafah di bulan Dzulhijjah sebelum umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha dianjurkan untuk melaksanakan puasa tarwiyah diaman puasa ini merupakan amalan yang bisa menghapus dosa selama satu tahun. Selain itu ibadah sunnah ini juga termasuk ibadah yang disukai oleh Allah SWT di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

3. Amalan ketiga yang disunnahkan untuk dilakukan pada Hari Raya Idul Adha adalah ibadah qurban yang dilakukan pada hari tasyrik pada bulan Dzulhijjah. Amalan qurban sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW seperti yang dijelaskan dalam hadis Riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim yang artinya “Rasulullah SAW beribadah kurban 2 ekor domba warna putih bersih dan bertanduk bagus. Aku melihat Rasulullah SAW meletakkan kakinya ke atas sisi tanduk (kanan) hewan kurban itu sambil menyebut nama Allah dan bertakbir. Rasulullah SAW menyembelih kedua hewan kurban itu dengan tangannya sendiri.”

4. Contoh amalan Idul Adha lainnya adalah Ibadah Haji,  merupakan salah satu ibadah yang penting bagi umat Islam, karena merupakan ibadah yang memiki makna dan perjuangan yang tidak mudah untuk bisa berkunjung ke rumah Allah SWT. Seperti yang dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam QS. Al-Hajj ayat 27 yang artinya “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”