Serial Squid Game yang tayang di Netflix menjadi trending topic, tak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Dirilis kurang dari dua minggu yang lalu, Squid Game telah menduduki puncak charts 10 teratas global Netflix sejak Jumat, 24 September 2021.
https://www.kompas.com/tren/read/2021/10/02/191600265/co-ceo-netflix-sebut-squid-game-tayangan-paling-sukses-ini-alasannya?page=all#page2

INFOSAWANGAN. COM - Co-chief executive officer (Co-CEO) Netflix, Ted Sarandos, mengatakan serial Squid Games menjadi tayangan non-bahasa Inggris terbesar di dunia yang pernah ada. 

Dalam wawancaranya saat Konferensi Code tahunan Vox Media, Rabu (27/9/2021), Sarandos membagikan data deretan tayangan yang paling banyak ditonton pengguna Netflix di seluruh dunia.

Ditengah pemaparannya, ia menyebut bahwa tayangan non-bahasa Inggris yang paling banyak ditonton di Netflix adalah Squid Game. 

"Squid Game pasti akan menjadi pertunjukan non-bahasa Inggris terbesar kami di dunia, pasti. Itu sudah tayang selama 9 hari, ada kemungkinan akan menjadi tayangan terbesar kami yang pernah ada," kata Sarandos.

Seperti apa Squid Game?

Squid Game dirilis kurang dari dua minggu yang lalu. Melansir ABC, Kamis (30/9/2021), Squid Game adalah seri sembilan episode tentang orang-orang yang berutang memasuki permainan bertahan hidup berisiko tinggi di pulau terpencil.

Harapan mereka, bisa memenangkan hadiah uang tunai yang besar. Protagonis Squid Game adalah Seong Gi-hun, diperankan oleh Lee Jung-Jae, seorang sopir yang mencuri dari ibunya untuk mendanai kecanduan judi dan tak mampu membeli hadiah ulang tahun untuk putrinya. 

"Permainan" dimulai dengan 456 pesaing, dan semua, kecuali satu "dihilangkan" (dengan kata lain, dibunuh secara brutal) di enam permainan anak-anak yang menipu secara langsung. Satu orang itu akan memenangkan 45,6 miliar Won (sekitar Rp 549,2 miliar).

Squid Game telah dibandingkan dengan berbagai hal, mulai dari film thriller berdarah Jepang Battle Royale, hingga seri Hunger Games dan sesama serial Netflix, Alice in Borderland

Sama seperti Parasite, dengan sutradara Bong Joon-ho yang sangat sukses, serial Squid Game juga menggambarkan Korea Selatan kontemporer. 

"Saya ingin menulis cerita yang merupakan alegori atau fabel tentang masyarakat kapitalis modern. Sesuatu yang menggambarkan persaingan ekstrem, agak seperti persaingan hidup yang ekstrem," kata sutradara Hwang Dong-hyuk kepada Variety. 

Dia mengatakan, sebagai permainan bertahan hidup, ini adalah hiburan dan drama manusia. Permainan itu digambarkan sangat sederhana dan mudah dimengerti.

Banyak kritikus yang menyukai Squid Game. Peringkatnya sempurna atau 100 persen di Rotten Tomatoes. 

Menurut Direktur Pusat Penelitian Korea di Australia Barat, Jo Elfving-Hwang, Squid Game dengan cerdik menggabungkan unsur-unsur K-drama dan film Korea. Hal ini yang membuat serial itu sangat populer. 

"Tema dilumpuhkan oleh utang akan sangat akrab oleh banyak penonton Korea (dan) saya pikir ini dapat dikenali oleh orang-orang di tempat lain", kata Dr Elfving-Hwang. Saat Hollywood meluncurkan remake dan film superhero yang tak ada habisnya, orang mencari konten yang baru dan berbeda. 

Menurut seorang penulis budaya pop, Cynthia Wang, orang-orang menginginkan cerita orisinal yang kreatif dan mereka tidak menemukannya dalam produksi waralaba yang besar, tapi menemukannya di Squid Game. 

"Kami mencari streamer seperti Netflix menyediakan ini untuk kami dan Netflix, pada gilirannya, menemukan hal semacam itu di produksi lokal dari seluruh dunia," ujar Cynthia. 

Sementara itu, melansir Fast Company, 28 September 2021, acara yang dibuat oleh Hwang Dong-hyuk, pembuat film The Fortress itu menjadi terkenal karena menyentuh tema serupa dari keputusasaan dan eksploitasi kelas bawah yang dieksplorasi oleh ekspor Korea Selatan untuk mengambil alih dunia. Tema itu dirasa mirip dengan film Parasite. 

Tema perjuangan kelas bawah tidak lekang oleh waktu, tetapi menjadi lebih populer akhir-akhir ini karena ketidaksetaraan telah melebar di banyak tempat di seluruh dunia.

Saham Netflix meningkat

Mengutip Forbes, Jumat (1/10/2021), saham Netflix telah mencapai level tertinggi minggu ini. Investor meyakini bahwa perusahaan penyedia tontonan ini bisa menghasilkan hit lebih besar. 

Naiknya saham Netflix ini tak lepas dari kesuksesan serial yang diproduksinya berjudul Squid Game. Serial ini berada di urutan teratas tontonan Netflix di banyak negara, termasuk Amerika Serikat (AS). 

Meskipun tayangan Squid Game berbahasa Korea, menurut Netflix, Squid Game bisa menjadi serial paling populer dalam sejarah, melewati The Witcher, Lupin, dan Bridgerton, jika tren saat ini bertahan. 

Squid Game dinilai membantu mendorong pertumbuhan pelanggan Netflix di kawasan Asia-Pasifik. Keberhasilan Squid Game bahkan mengejutkan bagi Netflix. Perusahaan ini tidak menyangka tayangan ini menarik perhatian penonton secara global.


 Sumber: Kompas.com

Editor: Risma Ayu A.