Energy Watch melaporkan adanya sejumlah daerah di Jawa Barat yang menaikkan harga LPG 3 kg. Pertamina dan Kementerian ESDM menyebut itu dibolehkan oleh regulasi.
foto : liputan6

Energy Watch melaporkan soal adanya sejumlah daerah di Jawa Barat yang menaikkan harga jual eceran LPG 3 kg bersubsidi menjadi Rp 18.750 per tabung. Ini berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. 

Dilansir dari Katadata, Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, mengatakan langkah menaikkan harga LPG 3 kg berpotensi menurunkan daya beli masyarakat yang berujung pada naiknya angka inflasi pada semester II tahun ini. 

Mamit menambahkan, tindakan itu dikhawatirkan bisa diadopsi dan merembet ke kawasan lain, khususnya wilayah yang berbatasan dengan daerah yang menaikkan harga gas melon. 

"Apa yang dilakukan oleh Pemda di Cirebon, Majalengka, Bekasi dan Tasikmalaya dengan menaikkan harga eceran tertinggi menjadi Rp 18.750 dari sebelumnya Rp 16.000, saya kira ini tidak tepat waktunya," kata Mamit kepada Katadata.co.id, Kamis (4/8). 

Dalam surat keputusan Bupati Bekasi nomor PD.01.01/Kep.8-Rek/2022 yang mengatur tentang harga eceran tertinggi LPG 3kg di Kabupaten Bekasi, memutuskan harga eceran tertinggi (HET) untuk konsumen sebesar Rp 18.750 per tabung. Sejatinya, pemerintah daerah memang memiliki kewenangan untuk menyesuaikan harga jual LPG 3 kg. 

Kewenangan tersebut diatur dalam Pasal 24 ayat 4 Peraturan Menteri (Permen) ESDM nomor 26 tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian Liquefied Pertoleum Gas (LPG). Di pasal tersebut, penyesuaian HET mengacu pada kondisi daerah, daya beli, dan marjin yang wajar serta sarana dan fasilitas penyediaan dan pendistribusian LPG. 

"Memang Pemda memiliki wewenang untuk itu, tapi pemerintah pusat sudah mengucurkan dana besar untuk tetap menjaga daya beli masyarakat. Kok ini pemerintah daerah menaikkan LPG 3 kg yang memang barang subsidi. Harusnya ada kepekaan krisis, jangan hanya berbicara keuntungan terus. Saya kira kurang elok," kata Mamit.

Menanggapi adanya kenaikkan harga LPG subsidi di sejumlah daerah, Pertamina berharap seluruh wilayah di Indonesia tidak ada yang melakukan penaikkan harga.