Tugu Batu Sawangan Depok ternyata menyimpan kenangan sejarah perjuangan rakyat Depok.

INFOSAWANGAN - Tugu Batu Sawangan Depok menyimpan kenangan sejarah perjuangan rakyat Depok. Tugu Batu Sawangan itu diresmikan oleh Bupati Bogor H Ayip Rughby pada tanggal 29 Desember 1979. Kala itu, Depok masih menjadi menjadi bagian dari Kabupaten Bogor.

Tugu Batu Sawangan Depok terletak dipertigaan Jalan Raya Muchtar, Sawangan, Kota Depok, dari arah Parung Bingung menuju Bojongsari. Pengendara akan menemukan sebuah monumen dari batu di persimpangan jalan menuju Jalan Raya Pasir Putih.

Monumen itu tegak berdiri di pinggir jalan tidak jauh dari pintu gerbang Perumahan Sawangan Permai. Meskipun bentuknya tidak terlalu menyolok, Tugu Batu Sawangan ini merupakan simbol yang mengingatkan perjuangan rakyat Depok melawan penjajahan Belanda

"Di sini tentara NICA (Belanda) pada bulan November 1945 pernah dihancurkan oleh TKR para pemuda pejuang berserta rakyat wilayah Sawangan dalam perang kemerdekaan," demikian tulisan di Tugu Batu Sawangan ini.

Tidak ada yang tahu bagaimana sesungguhnya kisah heroik perlawanan terhadap Belanda pada 1945 itu. Pasalnya para pelaku sejarah dari perang itu kebanyakan sudah tidak ada lagi.

Encat Satria bin Gotam Thamrin (66) tokoh masyarakat Bedahan, Kecamatan Sawangan, mengatakan dirinya tidak mengetahui persis kisah perang itu.

"Kalau kisah perangnya saya tidak tahu. Saya hanya dapat cerita dari ayah saya Gotam Thamrin bin Hasan yang tahu persis ceritanya," kata Encat pada Jumat (15/10/2021).

Gotam Thamrin yang meninggal pada usia 97 tahun pada 2019 lalu merupakan saksi sejarah sekaligus pelaku perlawanan terhadap Belanda dalam perang itu.

"Menurut cerita ayah, di situ dulu terjadi perang melawan Belanda oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Ayah ikut dalam perang itu," tuturnya.

Tidak banyak yang diingat Encat dari cerita ayahnya soal perang itu. Tetapi yang masih dia ingat tentang tugu batu itu adalah adanya pohon sengon besar yang tumbuh di lokasi itu.

"Dulu ada pohon sengon di lokasi tugu batu itu. Pohon besar rindang seperti di Pasar Parung," ujar Encat.

Ketika pohon itu dipangkas untuk pembangunan tugu batu, para pedagang pindah ke sisi sebelah kiri Jalan Raya Muchtar. Menurut Encat, Tugu Batu Sawangan ada kaitannya dengan gentong yang ada di Bedahan, tepatnya di Perumahan Bukit Tamphayan River View saat ini.

"Gentong itu merupakan tempat penyimpanan air bagi pabrik pengolahan getah karet yang lokasinya ada di sekolah Al Araf saat ini," jelasnya.

Dia menambahkan kawasan Sawangan zaman dulu merupakan hutan karet sehingga ada pabriknya sejak zaman Belanda.

"Saya masih ingat dulu saat pabrik masih produksi dan juga saat pembongkaran pabrik karet itu," ungkapnya.

Situs lain yang juga terkait dengan pabrik karet itu adalah Situ Bedahan/Situ Gugur. Situ itu sengaja dibendung oleh Belanda untuk mengalirkan air ke arah pabrik karet.

"Jadi kawasan Tugu Batu Sawangan hingga gentong dan Situ Gugur itu sangat bersejarah di Sawangan," papar Encat.

Dia berharap Pemerintah Kota Depok merawat situs-situs itu agar sejarahnya tidak dilupakan oleh generasi muda.

"Mudah-mudahan ada perawatan dari Pemkot Depok sehingga tetap terjaga kerapian dan kebersihannya, sehingga kenangan sejarahnya tidak terlupakan," jelas Encat.


Sumber : Tribun