Depok digegerkan oleh penyekapan terhadap pengusaha yakni Handiyana Sihombing.

INFOSAWANGAN.COM - Penyekapan yang dilakukan oleh dua orang terhadap pengusaha Handiyana Sihombing (44) telah ditangkap Polresta Depok. Polisi tengah mendalami dugaan ada pihak lain yang menyuruh pelaku menyekap korban.  

Dikutip dari detikcom, "Ini masih dalam penyelidikan makanya nanti diperiksa ada beberapa saksi yang diperiksa untuk mengetahui motifnya apa. Apakah murni dari dia sendiri atau orang lain yang menyuruh kan belum terungkap karena masih diperiksa," kata Kasubag Humas Polresta Depok Kompol Supriyadi saat dihubungi detikcom, Selasa (31/8/2021). 

Pelaku penyekapan diketahui berjumlah tujuh orang. Sebanyak lima orang terduga pelaku masih diburu polisi. Dua pelaku yang ditangkap diketahui berprofesi teknisi perusahaan. 

"Masih diselidiki, intinya masih dilakukan pemeriksaan," katanya. Disebutkan sebelumnya, pengusaha disekap karena diduga menggelapkan uang Rp 73 miliar. Namun polisi tidak akan mengusut dugaan penyebab pengusaha tersebut disekap. Polisi fokus pada kasus penyekapan. 

Sementara itu, Supriyadi memastikan tidak ada tindakan kekerasan yang dialami korban beserta istrinya saat disekap. Dia menyebut sejauh ini bukti adanya tindakan kekerasan yang dialami korban pun belum dilaporkan ke polisi. 

"Sebenarnya mereka disekap bukan dipukuli. Cuman diintimidasi aja, cuman mereka dijagain itu yang katanya 7 orang itu. Jadi mereka ditunggui. Nggak ada visum (tanda kekerasan ke korban). Dia hanya artinya disekap di kamar. Dijagain aja nggak bisa kabur," ungkap Supriyadi. 

Untuk diketahui, Polresta Depok menindaklanjuti laporan penyekapan pengusaha Handiyana Sihombing (44). Dua orang pelaku yang merupakan teknisi perusahaan ditangkap.  

"Dua orang yang diamankan merupakan teknisi di perusahaan korban bekerja. Pada saat kejadian, keduanya memiliki tugas menjaga korban selama peristiwa penyekapan itu berlangsung," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes dalam keterangan pers yang disampaikan Kasubbag Humas Polresta Depok Kompol Supriyadi, Senin (30/8).  

Penyekapan dengan kekerasan tersebut berlangsung sejak Rabu (25/8) hingga Jumat (27/8), di sebuah hotel di Depok. Korban lepas dari sekapan setelah berteriak meminta tolong ke pihak keamanan hotel.  

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Metro Depok. Dalam laporan polisi, Handiyana mengaku mengalami kekerasan fisik maupun mental yang dilakukan pelaku.  

Polisi mengungkapkan ada 7 pelaku yang terlibat penyekapan ini. Namun, polisi baru menangkap dua orang di antaranya. Keduanya merupakan teknisi di tempat Handiyana bekerja, kini diamankan di Polresta Depok.