Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan Jabodetabek kembali PPKM level 1 setelah sebelumnya ditetapkan sebagai level 2.

Info Sawangan - Kepala Sub Bidang Dukungan Kesehatan Darurat Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Brigjen TNI (Purn) Alexander Kaliaga Ginting memberi penjelasan terkait perubahan aturan pelaksanaan pemberlakukan pembatasan sosial (PPKM) di Jawa- Bali melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 33/2022 menyebutkan wilayah Jabodetabek berada di level 2.

Kemudian, kembali terjadi perubaahan kebijakan dalam waktu satu hari melalui Inmendagri No.35/2022 bahwa seluruh Jawa-Bali melaksanakan PPKM level 1 hingga 1 Agustus 2022.

Jabodetabek kembali PPKM level 1 diatur dalam Inmendagri No.35 Tahun 2022, yang diteken Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Selasa, 5 Juli 2022.

Peraturan terkait Jabodetabek kembali PPKM level 1 itu terhitung mulai berlaku dari 6 Juli 2022 hingga 1 Agustus 2022.

Menurut Alexander, terjadinya perubahan level PPKM karena ada perbedaan cara pandang dalam menetapkan levelisasi. Pasalnya, ada perubahan kriteria yang digunakan selama ini.

"Dari awal sebenarnya tetap sesuai PPKM level 1 , jika kita konsisten kriterianya seperti Inmendagri Nomor 29," paparnya saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (8/7/2022).

Alexander menuturkan selama ini kriteria level PPKM mengacu pada Inmendagri No.29/2022. Namun, PPKM level 2 Jabodetabek direvisi karena penularan kasus naik dengan situasi masih terkendali karena positivity rate 5.2,%, BOR nasional 2.5 % , dan kematian 2.58%.

Alexander menuturkan kasus penularan Covid-18 di Jabodetabek tinggi karena penularan subvarian BA.4 dan BA.5 menular sangat cepat.

Kendati demikian, meski angka konfirmasi meningkat penularan di atas 1.000, tetapi hospitalisasi masih sangat rendah, demikian juga angka kematian.

"Sehingga situasi Juli 2021 virus Delta tidak sama dengan Juli 2022 dengan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 khususnya di pencapaian vaksinasi dasar dan vaksinasi lengkap untuk lansia," ucapnya.

Sementara itu untuk penentuan PPKM levelisasi saat ini, menurut Alexander, berdasarkan beberapa hal yakni; Pertama, indikator laju penularan meliputi; kasus konfirmasi, perawatan rumah sakit, kematian, transmisi komunitas dihitung per 100 ribu penduduk.

Kedua, indikator kapasitas respons meliputi testing/ positivity rate, tracing kontak erat, BOR rumah sakit. Ketiga, pencapaian vaksinasi yakni vaksinasi lengkap 81.06% dan vaksinasi lengkap lansia 67.5 %.