Kenangan masa lalu yang buruk seringkali menciptakan duri dalam hidup. Duri yang terkadang sulit dicabut akan terasa semakin dalam menusuk hingga ke lubuk hati pengidap PTSD.
Ilustrasi oleh Willy A.

INFOSAWANGAN.COM - PTSD(post-traumatic stress disorder) atau gangguan stress pascatrauma merupakan gangguan kecemasan yang timbul karena dipicu oleh kenangan masa lalu yang buruk, baik mengalaminya sendiri atau pun menyaksikan peristiwa kenangan buruk tersebut.

Pengidap PTSD akan mengalami kesulitan dalam mengkontrol diri dengan tingkat kecemasan parah yang ditandai dengan gejala kilas balik, mimpi buruk, atau pun pikiran tak terkendali tentang kenangan peristiwa buruk tersebut.

Peristiwa-peristiwa, seperti kekerasan fisik masa kecil, kekerasan seksual, kecelakaan, atau pun pernah diancam dengan senjata merupakan peristiwa umum yang dapat memicu PTSD pada seseorang.

Adapun gejala yang menunjukan seseorang mengidap PTSD, seperti sering mengingat peristiwa traumatis bahkan seakan mengulang embali kejadian tersebut, sering menghindari hal-hal yang berhubungan dengan kejadian traumatis, perubahan prilaku dan emosi, dan sering mempunyai pikiran negatif serta kehilangan minat pada aktivitas yang dulunya disukai.

Penyebab mengapa seseorang bisa mengidap PTSD belum diketahui secara pasti, namun hal tersebut kemungkinan campuran kompleks dari pengalaman yang membuat setres, risiko kesehatan mental yang diturunkan, kepribadian termpramental, atau pun gangguan kimiawi otak.

Orang yang mengidap PTSD biasanya akan mendapatkan penanganan berupa Psikoterapi atau pun obat-obat. Hal tersebut dilakukan setelah melewati diagnosis, jika seseorang mengalami gejala PTSD selama satu bulan dan gejala tersebut menggangu aktivitas sehari-hari maka orang tersebut bisa dikatakan mengidap PTSD.

Selain Penanganan, upaya untuk meminimalisir PTSD juga bia dilakukan dengan pencegahan, misalnya mecoba untuk bicara kepada keluarga atau orang terdekat terkait kenangan atau pengalaman traumatis yang pernah kalian alami, dan cobalah untuk fokus pada hal positif terkait peristiwa traumatis tersebut, misalnya mencoba bersyukur bisa selamat dari kecelakaan yang pernah dialami.


Sumber Refrensi :

alodoc.com(Diakses pada oktober 2021). PTSD

mayoclinic.com(Diakses pada oktober 2021). Diseases & Conditions. Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).