Realita hidup sering kali membuat kita stres. Kondisi tersebut terkadang membuat kita membutuhkan yang namanya pelampiasan. Beberapa orang biasanya akan pergi berlibur, melakukan hobi, atau pun bersenang-senang dengan dengan orang terdekat, namun terdapat segelintir orang yang melampiaskannya dengan self-injury.

INFOSAWANGAN.COM - Self-injury merupakan sebuah perilaku menyimpang dimana seseorang menyakiti atau melukai diri sendiri dengan sengaja untuk memperoleh suatu kepuasan dari tekanan mental. Meskipun perilaku tersebut berpotensi merenggut nyawa pengidap, tindakan tersebut bukan upaya untuk percobaan bunuh diri.

Self-injury biasanya dilakukan pegidap dengan alasan melampiaskan emosi atau tekanan seperti stres, marah, cemas, kesepian, sedih, ataupun kebencian terhadap diri sendiri. Tindakan tersebut juga terkadang dilakukan hanya sebagai pengalihan perhatian terhadap sesuatu yang mengganggu pikiran.

Di samping alasan pengidap melakukan self-injury, sebenarnya ada beberapa faktor yang memicu tekanan emosional yang akhirnya berujung pada self-injury, seperti tindakan bullying, tertekan olah tuntutan orang tua atau pun guru, broken home, trauma karena penah mengalami kekerasan emosional atau pun fisik, atau bisa juga sebagai gejala dari gangguan mental pengidap. Intinya tindakan self-injury adalah sebuah tindak akibat ketidakmampuan seseorang dalam menanggani masalah psikologisnya dengan cara yang sehat.

Tindakan self-injury memiliki beberapa bentuk, bukan hanya menggores kulit. Beberapa kasus, pengidap self-injury melakukan tindakan membakar, menusuk, mengukir sebuah nama atau simbol pada kulit. Tindakan tersebut juga terkadang dilakukan dengan benda tumpul yang digunakanan untuk memukuli tubuh ataupun membenturkannya ke kepala.

Mereka yang mengidap self-injury biasanya dikenali dengan beberapa ciri, seperti memiliki banyak luka disekujur tubuh, memperlihatkan gejala depresi, cenderung anti sosial, sering Insecure atau pun sering menyalahkan diri sendiri, dan selalu mengenakan pakaian serba tertutup untuk menutupi luka. Jika kalian ataupun orang-orang terdekat kalian menunjukan ciri tersebut, segeralah meminta penanganan pada ahlinya.

Self-injury biasanya akan ditangani sesuai penyebab dari perilaku tersebut. Psikiater atau psikolog akan melakukan diagnosa kepada pengidap untuk menentukan penanganan jenis apa yang akan diberikan. Umumnya pengidap akan diberikan terapi dan konseling guna mengetahui penyebab dari tindakan self-injury yang mereka lakukan, lalu perawatan medis juga perlu dilakukan untuk mengobati luka-luka akibat dari tindakan tersebut.

Self-injury memang bukan upaya untuk percobaan bunuh diri, namun seiring waktu dengan bertambahnya tekanan emosional, hal tersebut bisa berujung pada pembunuhan diri sendiri. Jadi, perilaku tersebut bukanlah suatu hal yang bisa dianggap sepele apalagi sampai menghakimi pengidapnya.


Penulis : Willy A.

Editor: Risma Ayu A


Sumber Referensi :

alodoc (Diakses pada oktober 2021). Self-Injury, Gangguan Psikologis Menyakiti Diri Sendiri 

mayoclinic (Diakses pada oktober 2021). Self-Injury